• Kam. Apr 23rd, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Tanah Bumbu,- Mediakota-online.com

Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan algoritma media sosial, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosp) terus berupaya memperkuat kemampuan sumber daya manusia di bidang komunikasi publik. Salah satu langkah nyata diwujudkan lewat Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial, yang digelar pada Selasa (11/11/2025) di Ruang Mahligai Iman, Kantor Bupati Tanah Bumbu.

 

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Tanah Bumbu, M. Yamani, yang hadir mewakili Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif. Dalam sambutannya, Yamani menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SDM di bidang komunikasi publik, terutama di era digital yang menuntut kecepatan, akurasi, dan integritas.

 

“Di era digital dan keterbukaan informasi seperti sekarang, jurnalis bukan hanya penyampai berita. Mereka adalah penjaga transparansi dan pembentuk opini publik yang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujar Yamani di hadapan peserta pelatihan.

 

Kepala Diskominfosp Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menciptakan tata kelola informasi publik yang profesional dan berimbang.

 

“Kami ingin agar jurnalis dan pengelola media di Tanah Bumbu mampu menghadirkan informasi yang jernih, akurat, serta beretika. Dengan pelatihan ini, kami berharap tercipta sinergi antara pemerintah dan media dalam menyebarluaskan informasi pembangunan daerah secara konstruktif,” ungkapnya.

 

Pelatihan yang mengusung tema “Jurnalisme di Era Algoritma: Antara Idealisme dan Bisnis Media” ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Toto Fachruddin, Sekretaris PWI Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Deputy Director Radar Banjarmasin Group, dan Dhana Kencana dari IDN Times, dengan Puja Mandela, Pemimpin Redaksi Interaksi.co, sebagai moderator.

 

Dalam sesi pemaparan materi, Toto Fachruddin menekankan pentingnya pengelolaan media yang solid di tingkat daerah. Ia menyebut bahwa media yang ingin bertahan di tengah kompetisi digital harus memiliki tim yang terorganisasi dengan baik serta strategi bisnis yang jelas.

 

“Menjalankan media tidak bisa sendirian. Diperlukan manajemen yang kuat, pembagian peran yang jelas, serta semangat kolaborasi agar media daerah bisa tumbuh dan bersaing secara profesional,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dhana Kencana menyoroti bagaimana algoritma media sosial kini memengaruhi distribusi dan visibilitas berita. Menurutnya, jurnalis masa kini harus memiliki kemampuan serbabisa — mulai dari menulis, memotret, hingga memahami logika algoritma digital.

 

Ia juga menawarkan lima strategi adaptif agar media daerah tetap eksis dan relevan:

 

Meningkatkan kapabilitas digital SDM media.

 

Memperkuat strategi dan konten media sosial.

 

Melakukan diversifikasi pendapatan media.

 

Menjaga keseimbangan antara idealisme dan bisnis.

 

Membangun kolaborasi dan jaringan media lokal.

 

“Media lokal harus mampu bertransformasi mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan etika jurnalisme. Justru di tengah derasnya algoritma, kejujuran dan kredibilitas menjadi pembeda utama,” tegas Dhana.

 

Sebanyak 40 peserta, terdiri dari jurnalis, pegiat media lokal, hingga aparatur Diskominfosp, mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai dinamika dunia jurnalistik dan strategi pengelolaan konten digital di lapangan.

 

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan inspiratif. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama mengenai strategi adaptasi media di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap muncul generasi jurnalis dan penggiat media sosial yang kreatif, adaptif, dan berintegritas, yang mampu menjadi garda depan dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan transparan.

 

“Pelatihan ini bukan akhir, tapi langkah awal untuk membangun ekosistem media yang tangguh dan profesional di Tanah Bumbu,” pungkas Al Husain.”(Hallion)

By Wira