Jakarta, Mediakota-online.com
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memfokuskan pelayanan jemaah haji pada fase penting pelaksanaan ibadah di Mina. Sebanyak 751 petugas haji disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah lontar jumrah dan mabit berjalan aman, tertib, serta lancar selama hari-hari Tasyrik.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa ratusan petugas tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari tenda-tenda jemaah hingga jalur menuju Jamarat dan Masjidil Haram.
“Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina untuk memastikan layanan kepada jemaah berjalan optimal. Mereka ditempatkan di sejumlah titik pelayanan agar dapat memberikan pendampingan dan bantuan secara cepat,” ujar Maria dalam konferensi pers, Rabu (27/5/2026).
Ia menambahkan, para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad hoc yang masing-masing bertanggung jawab menangani 11 hingga 13 maktab atau kawasan pemondokan jemaah di Mina. Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat koordinasi pelayanan dan pengamanan selama puncak ibadah haji berlangsung.
Selain memastikan pelayanan maksimal, Kemenhaj juga mengapresiasi kelancaran proses pergerakan jemaah Indonesia selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Menurut Maria, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan para jemaah dalam mengikuti arahan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas sehingga proses pergerakan dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.
Di tengah suhu ekstrem yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di wilayah Mina, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, serta mengedepankan semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah selama berada di Tanah Suci.
Maria juga meminta para jemaah agar saling peduli dan membantu sesama, terutama bagi jemaah lanjut usia atau mereka yang mengalami kelelahan selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Jika melihat ada jemaah yang kebingungan, kelelahan, atau membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk membantu ataupun segera melapor kepada petugas terdekat,” tegasnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan tolong-menolong menjadi bagian penting dalam mewujudkan ibadah haji yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh jemaah Indonesia.
Pelaksanaan fase Armuzna sendiri merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam ibadah haji, karena melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara yang bergerak secara bersamaan menuju lokasi-lokasi utama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
[Benn/Wira]
