• Sen. Jun 15th, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

TanBu – Mediakota-online.com Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, memprogramkan bantuan modal usaha tanpa bunga bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Program tersebut disampaikan saat membuka Pasar Wadai Ramadan bertajuk Aksi Bejual Wadai, Senin (23/2/2026), di halaman depan Masjid Agung Al Falah Tanah Bumbu.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa skema pembiayaan ini dirancang untuk meringankan beban pelaku usaha kecil, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap praktik pinjaman online (pinjol) dengan bunga tinggi.

“Jadi, bunganya nanti Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang membayarkan,” ujar Andi Rudi Latif di hadapan para pedagang dan pengunjung.

Kerja Sama dengan Bank Kalsel, Tekan Risiko Pinjol

Program pembiayaan tersebut rencananya akan diluncurkan melalui kerja sama dengan Bank Kalsel. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu akan menanggung bunga pinjaman, sehingga pelaku UMKM dapat mengakses permodalan tanpa dibebani bunga.

 

Menurut Bupati, langkah ini merupakan salah satu strategi untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online ilegal maupun pinjaman berbunga tinggi yang dinilai meresahkan.

 

Ia juga menyebut bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik pinjaman yang merugikan.

 

“Sebenarnya pinjam-meminjam tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan adalah ketika bunganya terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat,” katanya.

 

Pemkab Tanah Bumbu menegaskan, detail teknis program—termasuk mekanisme pengajuan, plafon pinjaman, dan kriteria penerima—akan diumumkan lebih lanjut setelah proses finalisasi dengan pihak perbankan.

 

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga secara resmi membuka Pasar Wadai Ramadan 2026 yang mengusung nama Aksi Bejual Wadai. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu tradisi khas Ramadan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu.

 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Pasar Wadai bukan sekadar pusat transaksi kuliner, tetapi juga simbol kebersamaan dan kearifan lokal.

 

“Tradisi ini tumbuh dari nilai-nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat berbagi yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Aksi Bejual Wadai menghadirkan beragam makanan dan minuman khas Ramadan yang menjadi identitas daerah. Setiap jenis wadai (kue tradisional) yang dijajakan tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Dongkrak Ekonomi Kerakyatan dan Pariwisata

Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Pemkab Tanah Bumbu berkomitmen melestarikan tradisi Pasar Wadai sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia sekaligus penggerak ekonomi daerah.

 

Selain menjadi ruang perjumpaan budaya dan spiritual di bulan suci, kegiatan ini juga dinilai strategis dalam mendorong sektor UMKM dan pariwisata lokal. Para pelaku usaha kuliner mendapat kesempatan menampilkan kreativitas produk-produk lokalnya, sementara masyarakat dan wisatawan dapat menikmati ragam kuliner khas daerah.

 

Bupati berharap perputaran ekonomi yang tercipta selama Ramadan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.

 

“Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi fondasi dalam menggerakkan sektor ekonomi berbasis potensi daerah,” tambahnya.

 

Dengan sinergi antara penguatan akses permodalan dan pelestarian tradisi lokal, Pemkab Tanah Bumbu optimistis UMKM dapat tumbuh lebih tangguh dan berdaya saing, sekaligus menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.”

 

(Hallion)

By Wira