• Sab. Mei 23rd, 2026

MEDIA KOTA Online

Sarana Informasi Rakyat

Jakarta – mediakota-online.com

Dewan Pers bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam keras tindakan Angkatan Laut Israel yang mencegat serta menangkap rombongan aktivis kemanusiaan dan jurnalis internasional di atas kapal Global Sumud Flotilla 2.0, Senin (18/05/2026).

Kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan untuk warga Gaza, Palestina.

Rombongan diberangkatkan dari Marmaris, Turki, bersama puluhan kapal kemanusiaan lainnya yang melibatkan peserta dari sekitar 70 negara.

Dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), tiga di antaranya merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yaitu:
Bambang Noroyono
Thoudy Badai Rifan Billah
Andre Prasetyo Nugroho
Menanggapi insiden tersebut, Dewan Pers secara resmi menyampaikan sikap tegas sebagai berikut:
Mengecam keras tindakan militer Israel yang dinilai menghalangi misi kemanusiaan dan mencederai kebebasan pers internasional.

Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera menempuh jalur diplomatik luar biasa (extraordinary diplomatic channels) guna membebaskan dan memulangkan seluruh jurnalis serta warga sipil Indonesia dengan selamat ke tanah air.

Menegaskan komitmen Dewan Pers dalam menjaga kemerdekaan pers dan mendukung media menjalankan fungsi kontrol sosial serta misi kemanusiaan sesuai hukum yang berlaku.

Dewan Pers menilai bahwa kebebasan pers merupakan hak fundamental yang harus dihormati oleh seluruh negara. Penangkapan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan kebebasan informasi.

“Kemerdekaan pers adalah hak segala bangsa. Freedom of the Press is a Human Right,” demikian penegasan dalam pernyataan tersebut.

Peristiwa ini juga memicu perhatian luas dari berbagai kalangan media, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat internasional yang mendesak adanya perlindungan terhadap jurnalis di wilayah konflik.

 

[Benn]

By Wira